Kita peduli,

Sebagai manusia yang berperikemanusiaan, tidak tersentuhkan hati kita melihat, mendengar sadaura-saudari kita yang menjerit meminta pertolongan. Masihkah kita berat hati untuk sekedar membantu dan mendoakan mereka? Tidak merasa malukah kita menyebut diri kita sebagai manusia yang berpancasila sedangkan kita hanya diam dan menjadi penonton, membiarkan mereka yang memperjuangkan hidupnya mati-matian. Anak-anak yang terpisah dari orang tuanya, istri yang terpisah dari suaminya, kelurga yang tercerai berai, dan ibu yang mempertaruhkan nyawanya untuk menjaga anak-anaknya.

Tidakkah kita berpikir bagaimana seandainya jika kita ada di posisi mereka, sulit merasakan bagaimana rasanya tidur nyenyak? bagaimana rasanya hidup tenang? bagaimana indahnya berkumpul dengan keluarga? bagaimana rasanya menikmati makanan yang telah di hidangkan? Setiap saat dihantui rasa takut akan kehilangan nyawan dari manusia-manusia biadab yang telah ditutup mata hatinya, manusia yang tidak memikirkan hari pembalasan, seperti binatang yang berbentuk manusia.

Semoga kita tidak tergolong seperti orang-orang yang tidak berprikemanusiaan seperti mereka. Aminn.. Untuk itu marilah sahabat, rekan-rekan, saudara-saudari, akang-eteh, bapak-ibu renungkanlan, buka mata hati kita, gerakan diri kita untuk berbagi waktu, membantu mereka yang begitu membutuhkan pertolongan baik materi maupaun spiritual (Doa) dari kita sebagai sesama manusia. Semoga para pembaca yang setia dapat terketuk pintu hatinya. J

Gunakanlah waktumu untuk hal yang baik untuk bekalmu nanti, Allah SWT pun menyukai itu, Karena sobatku sebaik-baiknya manusia adalah manusai yang bermanfaat bagi orang lain.   (aisa)